Ciptakan Desa Hayati, 2.000 bibit alpukat ditanam di kawasan Muria Desa Ternadi
Universitas Muria Kudus (UMK) bekerjasama dengan Pemprov Jateng, Pemkab Kudus, Kementan, Kemen LH, Perhimpunan Agronomi Indonesia (Peragi), Perhutani, Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), serta Forum DAS Kawasan Muria (FDKM) melakukan penanaman 2.000 bibit alpukat di kawasan lereng Gunung Muria Desa Ternadi, Kecamatan Dawe, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (16/12).

Elshinta.com - Universitas Muria Kudus (UMK) bekerjasama dengan Pemprov Jateng, Pemkab Kudus, Kementan, Kemen LH, Perhimpunan Agronomi Indonesia (Peragi), Perhutani, Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), serta Forum DAS Kawasan Muria (FDKM) melakukan penanaman 2.000 bibit alpukat di kawasan lereng Gunung Muria Desa Ternadi, Kecamatan Dawe, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (16/12). Penanaman pohon ini sebagai upaya penghijauan dengan menanam tanaman produktif yakni berupa bibit alpukat yang bernilai ekonomis. Penanaman bibit ini juga menandai desa Ternadi sebagai sentra buah alpukat sekaligus menciptakan desa hayati.
Rektor UMK Prof. Darsono mengatakan, sebenarnya kegiatan seperti ini sudah pernah dilakukan. Pihak UMK sudah memulainya beberapa tahun lalu, salah satunya di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan. ”Penanaman buah alpukat ini, selain untuk konservasi, kami ingin ada multiplayer efeknya, seperti peningkatan kesejahteraan dengan hasil buahnya maupun wisatanya kedepan,” katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Jumat (17/12).
Melihat kondisi alam yang ada, merupakan anugerah tuhan, sehingga perlu dilakukan penataan, teramasuk tanaman yang sesuai. Untuk Desa Ternadi, memang salah satu tanaman yang cocok adalah alpukat. Sehingga, diharapkan kedepan, Desa Ternadi menjadi sentra pasar alpukat, apalagi pihaknya disupport penuh dengan pemberian bibit gratis.
”Semula hanya 1000 bibit, ternyata ditambah menjadi 2.000 bibit, kami tentu sangat berterimakasih,” ujarnya.
Penanaman tersebut, tentu harapannya dari sisi konservasi juga bisa terwujud, karena memang dibutuhkan penanaman pohon untuk membuat bumi ini kembali hijau, seperti di daerah Gunung Muria. Terkait perawatan, pihaknya tentu akan memperhatikannya, karena memang tidak selesai dari porses penanaman saja. Memang harus ada perawatan agar tanaman bisa tumbuh dengan baik.
”Tim dari UMK sudah ada, siap untuk melakukan kegiatan agar tanaman bisa tumbuh dengan baik, tentu dengan melibatkan masyarakat setempat,” jelasnya.
Direktur Buah dan Florikultura Kementerian Pertanian Liferdi Lukman mengatakan, pihaknya mendukung kegiatan tersebut dengan bibit buah alpukat. Pemilihan alpukat tentu ada alasannya, salah satunya karena harga alpukat di pasaran juga cukup baik. Selain itu cocok untuk tumbuh di daerah seperti Desa Ternadi.
"Masyarakat tentu sudah memahami manfaat alpukat, sehingga permintaan di pasaran juga cukup tinggi," katanya.
Dengan membuat Desa Ternadi dengan sentra alpukat, tentunya diharapkan meningkatkan ekonomi masyarakat, karena dari perhitungan pihaknya, alpukat sangat menguntungkan.
Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Jateng juga memebrikan penghargaan kepada tujuh desa yang sudah menjalankan Proklim dengan baik. Yakni Desa Colo, Desa Wonosoco, Desa Menawan, Desa Nganguk, Desa Golantepus, Desa Gulang dan Desa Ternadi.